Dari Limbah Jadi Rupiah

Tahukah kamu, bahwa saat ini limbah medis kini dapat didaur ulang menjadi barang yang memiliki nilai rupiah yaitu, stainless steel dan propylene murni (PP). Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), mengususlkan untuk dapat menggunakan teknologi sebagai cara untuk mendaur ulang limbah medis yang dapat mendatangkan nilai secara ekonomi.

Sejak virus covid-19 menyerang Indonesia hampir dua tahun lamanya, kini limbah medis yang dihasilkan pun juga ikut meningkat seiring dengan pengunaan produk medis seperti APD (Alat Pelindung Diri) dan masker yang umumnya berasal dari fasilitas kesehatan maupun dari masyarakat umum. Walaupun menjadi suatu kebutuhan dan kelengkapan yang harus di perhatikan, nyatanya alat pelindung diri yang digunakan berubah menjadi limbah medis. Namun ternyata limbah tersebut dapat diubah menjadi barang lain dengan nilai ekonomi loh!

Dikutip dari laman Tempo.co, dengan memanfaatkan teknologi yang ada, diharapkan sampah medis yang telah menumpuk ini dapat menjadi sesuatu yang bernilai. Sarana pengolahan limbah saat ini tidak dapat menyeimbangi peningkatan volume sampah medis yang ada. Hanya ada beberapa saja pelaku usaha pengolahan limbah medis dan semua itu terpusat di pulau jawa. Dengan teknologi pengolahan limbah skala kecil, dinilai lebih hemat dibandingkan dengan pembuatan teknologi yang terpusat dalam skala besar.

Dengan dipakainya teknologi untuk merubah limbah medis menjadi stainless steel dan propylene (PP), berpotensi untuk memunculkan nilai tambah secara ekonomis dan juga dapat mengurangi volume sampah medis yang berlebihan. Dengan demikian, penggunaan teknologi ini juga dianggap sebagai alat untuk membersihkan sisa sampah medis dari fasilitas kesehatan dan masyarakat umum dan juga dapat mengurangi volume sampah medis serta membantu untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Dengan cara ini pula, pelaku usaha membantu pemerintah untuk melakukan daur ulang sampah medis dan mendapatkan nilai ekonomi yang baik.

error: Content is protected !!